Lewati ke konten
Logo Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nabire

Ibadah Oikumene

Penulis

Diterbitkan

Keagamaan Ibadah Oikumene

Ubah Meja Kerja Jadi Altar Ibadah, Kemenag Nabire Gaungkan Spirit ‘Avodah’ dan Integritas ASN

Lewat renungan berdasarkan Kolose 3:23–24, pegawai Kristiani Kemenag Nabire diajak memaknai pekerjaan sebagai ibadah dan integritas sebagai persembahan.

  • Senin, 28 September 2026
  • Humas Kemenag Nabire
  • Aula Kankemenag Nabire
  • 4 menit baca
Daniel Serafin Ruatakurei menyampaikan renungan dalam Ibadah Oikumene Kemenag Kabupaten Nabire
Daniel Serafin Ruatakurei menyampaikan renungan “Avodah” dalam Ibadah Oikumene di Aula Kankemenag Nabire, Senin (28/9/2026). Foto: Dok. Humas Kemenag Nabire

Mengawali pekan kerja dengan motivasi baru, jajaran pegawai Kristiani di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nabire menggelar Ibadah Oikumene di Aula Kankemenag Nabire, Senin (28/9/2026).

Dipimpin oleh Daniel Serafin Ruatakurei, ibadah yang berlangsung khidmat ini mengusung pesan mendalam melalui renungan bertajuk “Avodah: Ketika Pekerjaan Adalah Ibadah dan Integritas Adalah Persembahan” berdasarkan Kitab Kolose 3:23–24.

Renungan

Avodah: Ketika Pekerjaan Adalah Ibadah dan Integritas Adalah Persembahan

Kolose 3:23–24

Menghapus Sekat “Suci” dan “Sekuler” Lewat Filosofi Avodah

Dalam paparan renungannya, Daniel mengawalinya dengan ilustrasi tiga tukang batu yang memiliki sudut pandang berbeda terhadap pekerjaan yang sama. Ia menekankan bahwa dalam bahasa Ibrani Perjanjian Lama, kata Avodah (akar kata ע-ב-ד) merangkum tiga makna utama sekaligus: bekerja, beribadah, dan melayani.

עֲבוֹדָה

Avodah

Satu kata, tiga makna

  • Bekerja
  • Beribadah
  • Melayani

“Bagi aparatur sipil negara (ASN) di Kemenag, tidak boleh ada sekat antara kehidupan rohani dan profesional. Meja kerja kita di kantor bukan sekadar tempat mengurus administrasi atau mencari nafkah, melainkan ‘altar’ tempat kita mempersembahkan ibadah harian kepada Tuhan.”

DR Daniel Serafin RuatakureiPemimpin Ibadah Oikumene

Ia menambahkan bahwa rutinitas kerja harian merupakan bentuk konkret dari ibadah yang sejati, seperti:

  • Memeriksa berkas dengan teliti
  • Menyusun regulasi secara adil
  • Menyajikan laporan keuangan yang jujur
  • Menyapa masyarakat dengan ramah
Suasana Ibadah Oikumene di Aula Kankemenag Nabire
Suasana Ibadah Oikumene jajaran pegawai Kristiani di Aula Kankemenag Nabire. Foto: Dok. Humas Kemenag Nabire

Bekerja dengan Standar Coram Deo dan Menolak Formalitas Pengawasan

Melalui pesan spiritual tersebut, pegawai diingatkan untuk mengikis sikap ophthalmodoulia—yaitu kebiasaan bekerja rajin hanya saat diawasi oleh atasan atau ketika ada inspeksi. Sebaliknya, ASN diajak bekerja dari dalam jiwa (ek psychēs) karena menyadari bahwa setiap tugas dilakukan langsung di hadapan Tuhan (Coram Deo).

Tinggalkan

Ophthalmodoulia

Bekerja rajin hanya saat diawasi atasan atau ketika ada inspeksi.

Terapkan

Ek psychēs

Bekerja dari dalam jiwa, dengan segenap hati.

Coram Deo

Menyadari setiap tugas dilakukan langsung di hadapan Tuhan.

Integritas juga ditegaskan sebagai keutuhan hidup yang tak terbagi. Meneladani keteladanan Nabi Daniel dan Yusuf, pegawai Kemenag Nabire diimbau untuk konsisten menjaga kejujuran pada perkara-perkara kecil:

  1. Kedisiplinan Waktu

    Hadir tepat waktu dan memanfaatkan jam kerja dengan penuh tanggung jawab.

  2. Bijak Berfasilitas

    Menggunakan sarana dan prasarana kantor sesuai peruntukan dinas.

  3. Integritas Pelayanan

    Menolak tegas segala bentuk gratifikasi maupun kompromi yang mencederai integritas birokrasi.

Peserta Ibadah Oikumene berdiri dalam doa
Peserta Ibadah Oikumene berdiri dalam doa bersama. Foto: Dok. Humas Kemenag Nabire

Wujud Nyata Menghidupi Motto “Ikhlas Beramal”

Renungan ini turut memperkuat kembali penghayatan terhadap motto Kementerian Agama, “Ikhlas Beramal”. Bekerja dengan segenap hati akan melahirkan dedikasi tanpa diskriminasi, di mana seluruh masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan agama dilayani dengan penuh kasih serta kesantunan.

Motto Kementerian Agama Ikhlas Beramal

Melayani seluruh masyarakat, lintas suku dan agama, dengan penuh kasih serta kesantunan.

Ibadah Oikumene tersebut ditutup dengan penguatan langkah nyata mingguan:

  1. Doa singkat sebelum bekerja
  2. Perbaikan kedisiplinan diri
  3. Doa bersama untuk seluruh ASN

Doa bersama dipanjatkan agar seluruh ASN Kemenag Kabupaten Nabire senantiasa membawa dampak positif dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat.

Bagikan berita ini

WhatsApp Facebook X
Kembali ke Beranda

© 2026 Humas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nabire

Bagikan informasi ini